Kamis, 22 Mei 2014

Nobody's Home

mengunyah mimpi,
memimpikan malam yang dipenuhi bunga-bunga Lantana dari sorga,
mengunyah mimpi,
mengganyang bayangan tidurku sendiri,
dalam kegelapan malam,
dalam kegelapan hati berselimutkan logika yang kumal,
peradaban yang kaku dan feodal,
kehidupan yang nyata dan kejam,
dengan alasan yang maha dangkal

dalam pandangan sinis dan menggerusku karena ketololan yang menempel pada tiap-tiap sendiku,
tak bermuara dan buta,
tuli dan gagu...!
sekarang aku bisa melihat dengan terang mana manusia dan mana setan,
tenang... segera setelah aku bisa menerkam jari-jari mereka,
segera setalah aku cari cara temukan kematian,
sesegera matahari berlari saat terangnya bersembunyi,

aku seperti budak yang dimainkan keadaan,
seperti unta-unta gurun yang dipekerjakan tanpa imbal,
atau seperti aksara yang bertahta tanpa koma,
tanpa jeda,
aku seperti tak punya nyawa kedua,
seperti tak ada alasan untuk hidup selagi ingin,
tak ingin mati selagi tak punya cara untuk mengakhirinya,
aku tak punya nyali untuk dipermalukan di depan Tuhan,
aku tak punya siapa-siapa lagi untuk menghidupkan mimpi-mimpi.
Tuhan, kali ini aku sendiri lagi....!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar