Pagi yang dingin menusuk kulitku,
kedinginannya bahkan tak sanggup kueja dengan teori dari ilmuwan manapun
dari rumus ilmiah seperti apapun,
mengaliri tiap inci dari kebahagiaanku,
Genap sudah 21 tahun aku belajar membaca makna yang tak pernah dibukukan dari sudut dunia manapun,
kedinginannya bahkan tak sanggup kueja dengan teori dari ilmuwan manapun
dari rumus ilmiah seperti apapun,
mengaliri tiap inci dari kebahagiaanku,
Genap sudah 21 tahun aku belajar membaca makna yang tak pernah dibukukan dari sudut dunia manapun,
Kemarin Dia tiba-tiba menambah angka 1 dari jumlah kalkulasi
10+9-8+5-4+8
kemudian menguranginya sendiri dari jatah sisa umurku yang ada.
Malam ini...kemudian menguranginya sendiri dari jatah sisa umurku yang ada.
sekalipun rasanya hampa tak ada Ibu-Bapak atau saudara serahim yang menemaniku meniup lilin-lilin kecilku
Terimakasih kalian telah lahir dan membuat hidupku lebih indah dalam warna,
dalam jiwa..
Aku bahkan kehilangan kosakata yang seharusnya kuucapkan setahun sekali ini,
kelu...
tak ada keraguan sekalipun nyata benar-benar kurasakan perasaan ini tak berbentuk,
setelah lama kuselami barulah aku menemukan keganjilan,
ya....
ini adalah bentuk syukurku, kepada-Mu, Tuhanku...
Allah,
Tuhan yang Maha menciptakan segala,
yang ada menjadi tiada,
yang Ganjil menjadi sewajarnya.
terimakasih atas kebahagiaan yang akan dihargai mahal oleh pelelang manapun dijagat ini,
kebahagiaan yang tak bisa diterjemahkan indera,
tak mampu ditembus akal
atau sekedar dimengerti nalar,
Tuhan, terimakasih telah mengirimkan orang yang akan benar-benar tulus kepadaku,
menyayangiku hingga bahkan sekedar menghargai keberadaanku,
terimakasih untuk keluarga,
Sahabat,
Teman,
atau musuh yang tak pernah berperang sebelum datangnya hujan.
Selamat Ulang Tahun...
Malang, 01.30 WIB
15 April 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar