Orang boleh bilang apapun tentang saya,
tapi apapun tetap hanya saya yang mengerti bagaimana saya berjalan menghidupi hidup saya.
dulu,
saat kecil saya punya banyak pikiran Luarbiasa yang membuat saya berpikiran bahwa saya memang luarbiasa!
tentang bagaimana kaadaan saya yang Luarbiasa,
hidup yang Luarbiasa,
berpapasan dengan manusia yang Luar dari biasa
dan walaupun semua saya lalui dengan keadaan yang luarbiasa menyakitkan,
hingga tepat pukul 00.00 pada tanggal 28 November 2012 seseorang yang amat saya kenal mengirim sebuah pesan singkat disebuah sosial media populer berisi "Aku Titip Adekku".
rasanya tidak menarik jika sekilas dibaca oleh orang lain,
sedikit haru-bangga dan bahagia,
selebihnya adalah beban besar yang harus saya tanggung dengan penuh rasa tanggungjawab,
sejak saat itu hidup saya berubah,
bukan untuk menjaga dia tapi benar-benar untuk sekedar memastikan bahwa hidupnya bahagia.
hari demi hari, hingga yang saya tahu saya mengalami pergeseran hidup yang signifikan,
disinilah saya menemukan keluarga kecil,
tempat saya berkeluh dan meluangkan segala kisah,
mengukir sejarah saya disebuah bilik berukuran tidak lebih dari 5x3 meter persegi,
ada banyak tawa yang saya temukan,
bahkan yang sekalipun kaku saya alami saat di rumah.
semuanya terasa berbeda, ketika Nahkoda Kapal saya terguncang badai yang sebenar-benarnya badai, hidup saya hancur,
kepingan mimpi-mimpipun tak saya temukan kembali,
yang saya tahu hanyalah berlari sejauh-jauhnya dari impian,
dan melangkah jauh menuju tempat dimana saya bisa menemukan kebahagiaan saya sendiri.
ya...
bersama orang-orang yang tlah saya anggap Sahabat,
keluarga bahkan darah.
dari sinilah saya banyak mengerti jika ini adalah hidup yang semestinya dijalani dengan konsekwensi kerealitaan.
walaupun tepat di 21 Juli di Tahun yang amat mengerikan bagi hidup saya,
semua yang biasanya ada menjadi tiada,
senang menjadi susah dan sahabat menjadi orang yang asing.
entah....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar