Bismillah....
Tuhanku masih ada disini, didalam hati ini.
Airmata jatuh,
satu-satu....
kurelakan dengan segala penyesalan yang datang dengan tiba-tiba,
mari mengatas namakan ini dengan sebuah peradaban masa suram atau apapun yang mungkin bisa lebih mengerikan daripada sapaan yang tiap
menjelang sore memojokkanku pada kesendirian?
bicara tentang anjing-anjing lolong-
marilah kita lebih bicara pada kau yang selalu pembohong!
kelebihanmu terlampau tinggi hingga aku tak bisa lagi melihat apa yang bisa membuatmu terlihat baik dimataku,
Tuhan,...
kupanggil Kau dengan mesra,
Tuhan....
sekali lagi dengan ciuman kedamaian,
Tuhan....!
suaraku mulai membesar,
dan Tuhan yang kupanggil-Tuhanmu-Tuhan kalian hanya terletak pada perasaan,
mengadakan, merasakan, dan menjelma sebagai hamba yang senantiasa apa adanya, lugu dan Tolol!
hanya saja keberuntungan menyelamatkannya pada satu titik yang bernama :
Kedamaian!
dan dialah yang paling dekat dengan Tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar