Kamis, 29 Agustus 2013

selidiki hatimu baru raba otakku!

kau ini bagaimana?
kepalaku sudah berdarah masih kau hantam saja tanpa tanda bersalah,
lepas saja!
aku berjalan kedepan tapi masih kau sangkutkan tanganku di ranting-ranting pohon randu yang belukar.
aku tak tahu harus bicara apa....?
bukankah kau suruh aku bungkam?
lidah kujepit,
malah kau sulut rindu hingga yang ada hanya kamu dan kedunguanku yang malang,



" ahh.. masa bodoh dengan caci maki peradaban" katamu.
Bual...! bagiku kini yang berlaku adalah hukum-hukum para penjilat yang binal,
siapa yang kuat berdiri dalam ideologi kebenaran, dialah yang semakin terdzalimi
"ya, siapa suruh jadi orang baik?" kataku
"lebih pantas jadi budak" katamu
baiklah....
mulai kini kita bersaing..!
siapa yang membudaki siapa-dan terbudaki siapa yang akan bertahan dalam ideologi karbitan?
aku menamparmu sambil berlalu dengan sebuah kalimat yang kutinggalkan
"Tuhan menitipkan aku didunia mungkin sebab dari aku ingin menjadi Budak, Puas kau?!"




Tidak ada komentar:

Posting Komentar