Coba
dengar sebentar!
pelankan sedikit suaramu yang melengking bebal,
aku tak
separah dan tak semenyebalkan seperti yang kau tuduhkan layak Pembual!
lebih banyak hal yang kau terka dari yang kau tahu asalnya,
jika saja
kau tekan sedikit egomu dan mari sama-sama duduk meluruskan kaki dan
mengistirahatkan sendi-sendi?
jika saja tanganmu kau buka dan kau isikan
sebanyak kata yang pernah coba kuungkapkan seberat-beratnya
padamu?
ahh.... bicara tentang anjing yang menggonggong....?
aku
sudah ribuan kali coba menyaingi suaranya,
walaupun tak lebih dari itu,
tapi tetap saja tak kau pedulikan semua bentuk nyaliku!
percuma saja
bukan?
hal yang paling tidak kusuka ternyata sering kau lakukan,
apa
yang paling kuminta itu yang paling kau hindarkan,
sesuatu yang kau benci
nyatanya kerap kumiliki,
dan segala yang tak sekalipun bisa kukerjakan
itulah yang selalu kau gadang-gadangkan.
cukup sudah!
seandainya ada
kalimat yang lebih indah dari wujud-wujud kekesalanmu terhadapku?
dan
seandainya pun ada,
aku yakin berapapun takkan kau jual kepadaku....
sebab tak pernah ada didalam nuranimu untuk meniatkan hati membaca isi
Hatiku.
sampai matipun aku takkan terjajah!
sebab aku hidup menggunakan
hati dan mencintai hal-hal yang sulit.
Renungkanlah...
sedalam apa aku
bersedia menyayangimu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar