Jumat, 21 Februari 2014

Kirim Aku Malaikatmu

Kemarin hujan lebat!
Entah kenapa tiba-tiba satu nama kusebut penuh haru..

Kala itu kita menerobos hujan kecil-kecil yang turun malu-malu...
Sungguh lucu!

Kala itu kau pasangkan tubuhmu sebagai penghangatku,
sebagai peneduh hati yang tak lagi bisa kuhindari


kala itu...
Aku menangis!
Kau jelas-jelas mengusap airmataku seraya berbisik merdu
''untuk apa kau merasakan perasaan lain jika aku masih ada disisimu kini?''
aku ingat betul bagaimana caraku tersenyum sambil menahan tangis...
Untukmu!
Sungguh untukmu aku bertahan dari hujan hebat yang membuat jalanku sempoyongan,
tak lagi berkekuatan!
Indahnya kala itu...

Aku begitu ingat!
kala jemarimu merangkul satu demi satu kebekuanku,
memelukku penuh sungguh...

Genap 7 Januari yang lalu aku menunggumu!
Menunggumu dengan cinta yang tak sempat kusia-siakan..

Kini bulan penuh Hujan!
aku berikrar pada Cintamu untuk setia menunggumu... kuputuskan!
Lagi-lagi kuputuskan keputus asaan!
Takkan ada yang berani menyaingi cintamu itu...

_Malang, 2013 (untuk Bapakku yang basah kedinginan diluar sana)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar