Senin, 21 Juli 2014
Alangkah enak jadi Bapak
Bapak..
Anakmu sedang berjuang melawan busung lapar,
berjuang melawan hidup yang kerasnya tak tertahankan,
melawan penindasan yang mendera tak lagi memaklumi kita,
Pak...
Seandainya saja kita dilahirkan dari rahim jutawan,
mungkin hidup tak lagi kesusahan,
berfoya tanpa pandang rendah kebawah,
bersolek harta tanpa menginjak orang sekalipun bisa diinjaknya…
Bapakku sayang..
Mulai kemarin sore, Berilmu tak lagi jadi Hak kurasa?
membuatku setengah mati menata hati demi masa depan yang hingga kini belum jelas terangnya, belum kutemukan penyulutnya
Bapakku sayang..
Kenapa kau antarkan tapi tak pernah kau jemput aku?
Hingga meringis sendiri aku dalam dunia yang kerap mengecilkanku..
Ahh..
Alangkah enak jadi dirimu Pak?!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar