Senin, 21 Juli 2014

Saat Lampu padam


Kawan....
Lampu padam!
tak ada yang bisa terkenang,
kecuali luka rindu yang menganga begitu dalam.
Kawan...
lampu rumahku padam!
tak ada yang bisa terlihat kecuali bayang-bayang wajahnya yang semakin membuat nyeri hatiku dalam kesakitan.
Dan kawan...
Seberapa pun sering Lampu Pemerintah dipadamkan,
begitu kuyakinkan,
ia takkan lagi hadir dalam pelukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar